Sabtu, 24 September 2011

Jangan Padamkan Listrik Berjam-jam

Info Padek-Direktur Operasional PT PLN (Persero) Indonesia Barat Moch Harry Jaya Pahlawan memperingatkan seluruh General Manager (GM) yang ada dibawah pimpinannya untuk tidak memadamkan listrik melebihi waktu yang telah ditetapkan perusahaan. Jika itu terjadi maka akan sangat merugikan masyarakat.

“Gara-gara pemadaman yang lama, ada yang gak bisa masak, gak bisa mandi, dan melakukan aktivitas yang lain. Jangan sampai masyarakat kecewa,” ungkap Harry disela-sela peresmian gardu induk Padangpanjang serta pemakaian kembali Kantor PT PLN (Persero) P3GB Sumatera UPT Padang setelah renovasi pasca gempa 30 September bertempat di Gardu Induk Padangpanjang, Jumat (23/9).


Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia itu, menuturkan, sesuai dengan kesepakatan direksi PT PLN (Persero) Pusat, waktu pemadaman untuk tegangan tinggi hanya boleh dilakukan selama 1 jam dan untuk tegangan menengah selama 2 jam. Jangan sampai pemadaman listrik dilakukan lebih dari batas waktu tersebut. “Sekarang ini, jangankan satu jam, sebentar saja orang tidak ingin mati listrik. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Direksi menuntut kinerja anda,” ajak kepada seluruh manaje yang hadir.

Selain memberikan hak dan pelayanana kepada masyarakat masyarakat juga diimbau untuk senantiasa menghemat penggunaan listrik terutama di malam hari. “Karena masyarakat sudah mendapatkan haknya, tentunya kami juga berharap masyarakat melakukan kewajibannya membayar rekening listrik tepat waktu,” ujarnya.

Pria kelahiran Sumatera Selatan itu, meminta semua jajaran harus bekerjasama dengan baik. Senantiasa berkoordinasi sehingga setiap ada masalah dapat segera diselesaikan. Dan masyarakat pun sebagai pelanggan tidak dirugikan. “Mari kita bekerja sepenuh hati. Anggap pekerjaan ini sebagai bagian dari diri kita sendiri. Agar kita ikhlas melakukannya,” pria yang hobi olahraga menantang ini.

Selain itu, dia juga mengajak, agar Unit Pelayanan Transmisi (UPT) juga meningkatkan kinerjanya. Kinerja itu menjadi pertaruhan di tingkat pimpinan. “Anda harus kerja keras dan ikhlas. Gardu induk ini harus senantiasa dijaga dan dicek,” katanya.

Jika sudah mendapatkan peringatan, artinya jabatan menjadi taruhan. “Daripada anda dipecat, lebih baik anda mundur,” tegasnya.  (bis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer