Info Padek-Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengungkapkan,
pelaku peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton
(GBIS Kepunton), Solo, Jawa Tengah diduga menyamar menjadi jemaat gereja
itu. Ia melakukan aksinya seusai mengikuti kebaktian Minggu
(25/9/2011).Hasil identifikasi sementara, pria tersebut memakai
kemeja putih, celana hitam, dan sepatu kets. "Saat jemaat selesai
melaksanakan ibadah dan mereka kembali. Sebagian telah keluar, tinggal
sebagian lagi, pelaku juga ikut keluar. Tiba di pintu utama, yang
bersangkutan meledakkan bom sehingga terjadi beberapa korban," ujar
Anton di Gedung Humas Polri, Minggu sore.
Anton menambahkan, pada
saat kejadian, pelaku berada dalam gereja bersama-sama dengan jemaat
yang lain. Akibat bom yang diledakkannya, badan pelaku tercabik-cabik.
Polisi
kini tengah memeriksa 15 saksi dari tempat kejadian itu, termasuk
mencari informasi yang beredar bahwa pelaku sempat masuk ke dalam sebuah
warnet sebelum bergabung dengan jemaat di GBIS. "Anggota yang ada di
lapangan telah melakukan pemeriksaan di TKP, sedang mengumpulkan para
saksi untuk mencari pelaku. Kita tunggu apakah akan bertambah lagi dan
akan kita sampaikan," ujar Anton.
Anton mengatakan, polisi meminta
kerja sama masyarakat untuk mengenali identitas pelaku dan melaporkan
pada polisi bagi yang mengenal maupun merasa memiliki hubungan keluarga
dengan pelaku. "Kami mengimbau ke masyarakat, silakan diinformasi ke
Polri apabila tahu identitas dan ciri-ciri pelaku. Kemudian Polri akan
menindaklanjuti informasi tersebut," tuturnya.
Sunu, pengelola
warung internet (warnet) Solonet di Jalan Arifin, sekitar 200 meter dari
gereja yang berada di Jalan AR Hakim Nomor 49, Kota Solo, mengatakan,
laki-laki yang terduga sebagai pelaku bom tersebut sempat masuk ke kamar
mandi warnet untuk berganti baju. Terduga pelaku juga membuka
komputer untuk akses internet dua kali di salah satu bilik dengan
menggunakan nama "Eko" dan "Oki".
Sunu mengatakan, orang itu pun
menitipkan tas ransel berwarna abu-abu, yang antara lain berisi Alquran,
sarung, masker, tas telepon seluler, dan kain pengelap kacamata di
warnet tersebut. Budi, penjaga SD Kepatihan, yang berada 200 meter dari
gereja, mengatakan, pelaku juga sempat masuk halaman sekolah itu,
tetapi kemudian keluar lagi meninggalkan tempat itu.
Minggu, 25 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Info Padek -SAWAHLUNTO- Sebanyak 5 anak Taman Kanak –kanak Islahul Ummah kota Sawahlunto ikuti Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) tingka...
-
Info Padek- Direktur Indo Barometer, Muhammad Qodari, menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berani mengganti Muhaimin Iskandar ...
-
berawal dari bismillah, maka semua akan lebih baik.(Riwayat)
-
Info Padek- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah meneken kontrak untuk memperbaiki 21.500 ruang kelas yang rusak dengan angg...
-
InfoPadek-Konsep kekinian biologi mengenal Asam Deoksiribonukleat (DNA) dan Asam Ribonukleat (RNA). Keduanya dianggap sebagai molekul dasar...
-
jika anda ingin baik, maka ingatlah kekurangan anda.(Riwayat)
-
Info Padek -Dana tambahan yang diajukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sebesar Rp858 miliar dalam Anggaran Pendapatan ...
-
Info Padek -Tujuannya memang benar kalo mau jadi sutradara musti belajar semenjak dini, tapi yang jadi masalah jika belajar jadi sutradaran...
-
Tim peneliti yang dipimpin oleh Robert Full dari Universitas California di Berkeley meneliti kadal kepala merah agama ( Agama agama ). Merek...
-
jika anda ingin menjadi pemimpin besar, mulailah dari sekarang memimpin diri sendiri dengan penuh kesungguhan dan tanggungjawab.(Riwayat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar