Info Padek-Direktur Indo Barometer, Muhammad Qodari,
menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berani mengganti Muhaimin
Iskandar dari jabatan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
"Kalau
memang ternyata Menakertrans termasuk kategori menteri yang tidak
memenuhi syarat kinerja, ya sebaiknya diganti saja," kata Qodari usai
acara diskusi Polemik Sindo Radio di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta,
Sabtu 24 September 2011.
Dia menilai performa Kabinet Indonesia
Bersatu jilid II tersandung persoalan dugaan korupsi di institusi
pimpinan Muhaimin itu. Selain itu, kinerja Muhaimin sebagai Menakertrans
tidak berhasil mengatasi masalah pengangguran dan penanganan TKI.
Qodari menyebutkan beberapa contoh. Pertama, dari persoalan
ketenagakerjaan, pengangguran masih banyak. Kedua, persoalan paling
nyata dan tidak bisa dibantah, adalah persoalan nasib TKI yang
terkatung-katung, terbengkalai, jadi korban, dan lain-lain. "Ketiga,
soal korupsi, KPK sudah memproses kasus yang ada di Kemennakertrans.
Jadi semuanya sudah jelas," kata Qodari.
Oleh karena itu, kata
Qodari, Presiden SBY harus tegas terhadap kinerja Muhaimin meskipun
merupakan Ketua Umum PKB, salah satu parpol koalisi. "Justru di sini
tantangan terbesar buat SBY," kata Qodari.
Qodari berharap SBY
tak gentar meski PKB mengancam mundur dari koalisi. Ancaman ini tidak
masalah karena sejumlah partai di luar koalisi berpotensi untuk masuk.
"Menurut saya resiko itu diambil saja daripada menterinya itu kemudian
kinerjanya tidak bagus lalu ada isu korupsi yang memang sangat
menganggu," kata Qodari.
Mengenai isyu reshuffle, Muhaimin pernah menyatakan belum mengetahuinya. "Kita belum tahu kok siap atau tidak," kata Muhaimin, di Kantor Sekretariat Negara, Selasa 20 September 2011.
Muhaimin menyerahkan soal perombakan kabinet tersebut kepada SBY. "Monggo, memang hak prerogatif presiden. Kita tidak punya pengetahuan soal kapan," ucapnya
Mengenai kasus suap di kementeriannya, Muhaimin mencurigai ada upaya menjatuhkan partainya. Menurut dia, kasus suap yang mencatut namanya sangat tidak masuk akal.
"Ada
dua kerugian dengan mencuatnya kasus tersebut. Pertama, publik
memvonis pejabat melakukan korupsi. Kedua, kekuatan politik yang bersih
seperti PKB menjadi terganggu," kata Muhaimin Iskandar di Jombang,
Jawa Timur, Sabtu 3, September 2011.
Menurut dia, kasus tersebut
aneh. "Mulai dari DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran), tender, dan
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di daerah, kok dikaitkan dengan saya,"
katanya.
• VIVAnews
Sabtu, 24 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Info Padek -SAWAHLUNTO- Sebanyak 5 anak Taman Kanak –kanak Islahul Ummah kota Sawahlunto ikuti Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) tingka...
-
Info Padek- Direktur Indo Barometer, Muhammad Qodari, menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berani mengganti Muhaimin Iskandar ...
-
berawal dari bismillah, maka semua akan lebih baik.(Riwayat)
-
Info Padek- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah meneken kontrak untuk memperbaiki 21.500 ruang kelas yang rusak dengan angg...
-
InfoPadek-Konsep kekinian biologi mengenal Asam Deoksiribonukleat (DNA) dan Asam Ribonukleat (RNA). Keduanya dianggap sebagai molekul dasar...
-
jika anda ingin baik, maka ingatlah kekurangan anda.(Riwayat)
-
Info Padek -Dana tambahan yang diajukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sebesar Rp858 miliar dalam Anggaran Pendapatan ...
-
Info Padek -Tujuannya memang benar kalo mau jadi sutradara musti belajar semenjak dini, tapi yang jadi masalah jika belajar jadi sutradaran...
-
Tim peneliti yang dipimpin oleh Robert Full dari Universitas California di Berkeley meneliti kadal kepala merah agama ( Agama agama ). Merek...
-
jika anda ingin menjadi pemimpin besar, mulailah dari sekarang memimpin diri sendiri dengan penuh kesungguhan dan tanggungjawab.(Riwayat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar